Minggu, 13 April 2014
2 Minggu 2 Kota Sejuta Pengalaman (Part 1)
Assalam'alaikum wr wb..
Tanggal 18 maret bulan kemarin saya bersama 5 orang teman lainnya bertolak ke Jakarta guna menghadiri RAKERNAS PERMIKOMNAS,sejenis pertemuan seluruh mahasiswa Informatika & Ilmu komputer Nasional..
Banyak cerita lucu,konyol,menegangkan yang terjadi selama perjalanan kami di jakarta..
Saya Mulai dari teman kami yang nyaris ditinggal pesawat karena BAB,dirangkaikan dengan hampir gagalnya kami membawa kamera DLSR andaikan sahabat kami tak datang mengantarnya di bandara,syukurlah semuanya happy ending,tawa pun tercipta di dalam pesawat..
Sesampainya kami di bandara Soekarno-Hatta kami langsung naik bis Damri menuju stadiun gambir guna menemui orang yang akan menjemput kamu..
Namun rencana sedikit meleset,dekatnya stadiun gambir dengan tugu monas seolah menghipnotis kami untuk datang melihat lebih dekat tugu kebanggan orang jakarta ini..mungkin kalau pengunjung pada umumnya memakai pakaian bebas-sopan tapi tidak dengan kami yang terlihat formal dengan stelan kemeja-jeans-sepatu + bagasi yang kami bawa kesana kemari..
Lucu memang kalau membayangkan betapa konyolnya kami saat itu..
Panas mentari begitu terasa di sekitar monas,saya pun menepi di sekitar anak tangga yang dekat dengan pintu masuk monas sambil memperhatikan keadaan sekitar..tidak sedikit para penjual yang datang menawarkan barang dagangannya kepada saya. Dan akhirnya teh poci dingin menjadi pilihan saya diantara banyaknya dagangan yang ditawarkan,mengingat betapa hausnya saya saat itu..
Dari jauh terlihat sekumpulan orang sedang antri untik bisa masuk ke dalam monas,ada rasa penasaran yang bgtu besar di dalam diri saya,mengapa orang-orang begitu rela mengantri cukup lama untuk masuk ke monas,ada pemandangan apa di monas? Bukankah itu hanya bangunan tinggi yang ujungnya ada tumpukan emas.?
Saya simpan pertanyaan itu sampai mnunggu waktu yang pas untuk bisa menjawabya sendiri..
Kami pun dijemput setelah beberapa menit berkeliling di sekitar monas..
Tujuan kami saat itu adalah Asrama Gorontalo yang beralamat di Salemba Tengah No.31..
Selama perjalanan saya sdikit mmperhatikan hiruk pikuk kota jakarta yang katanya identik dengan macet. Tidak salah juga sih kalau banyak orang yang berpendapat seperti itu. Macet,panas,sesak,tatakota yang jauh dari kata 'rapi' terlihat jelas di kota metropolitan ini..
Kami pun sampai di Asrama gorontalo dan disambut dengan cukup ramah oleh pengurus asrama dan menginap untuk 2 hari..
[Bersambung]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar